Senin, 16 Januari 2017

10 Kiat Hemat, Cermat, Kaya (Bagian 2)


Foto: Fotosearch

Ingin punya banyak uang cuma satu syaratnya, yaitu berhemat. Tentunya, kita masih bisa tetap bersenang-senang. Berikut tip hemat dari Indra Hadiwidjaja, konsultan keuangan Rencanakeuangan.com.

1 Lakukan survei harga di beberapa tempat sebelum membeli sesuatu. Survei bisa dilakukan dengan browsing sehingga Anda mendapatkan harga terbaik untuk barang yang dibutuhkan.

2 Buatlah aturan dalam pengambilan uang. Contoh, terapkan bahwa Anda hanya boleh mengambil uang di ATM setiap hari Jumat dengan maksimal pengambilan Rp 200.000. Jika dibiasakan akan bermanfaat untuk penghematan.

3 Rajin cek laporan keuangan. Tanyakan jumlah tagihan kredit Anda setiap dua minggu sekali. Ini akan membuat Anda berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang. Jangan lupa untuk mencetak buku tabungan Anda setiap bulan.

4 Kontrol bujet pulsa. Untuk pulsa telepon sesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan untuk internet belilah paket bulanan, lebih hemat dibanding mingguan atau harian. Jika Anda memiliki modem wifi, pilih paket internet dengan kuota rendah karena Anda perlu mengeluarkan biaya modem bulanan juga.

5 Kumpulkan barang-barang yang tak terpakai, namun kondisinya masih baik. Anda bisa memanfaatkan dengan menjualnya kembali, misalnya membuat garage sale atau ditawarkan ke teman-teman Anda. Hasilnya bisa untuk menambah uang harian.

6 Membawa bekal. Klise, sih, tapi sangat efektif untuk berhemat. Dengan membawa bekal, Anda bisa menahan keinginan untuk jajan di kantor. Jika dilakukan setiap hari besar dampaknya.

7 Secondhand, yes! Nggak perlu gengsi belanja dan menggunakan barang bekas selama masih layak digunakan dan berfungsi baik. Banyak juga, kok, barang second yang keren-keren!

8 Buat list kebutuhan prioritas sehingga penghasilan Anda per bulan tepat guna. Jika masih ada bujet lebih, baru bisa Anda lokasikan untuk kebutuhan lain di luar kebutuhan prioritas.

9 Kurangi kebiasaan nongkrong di resto, kafe, atau mal yang tanpa sadar mengeluarkan biaya besar. Ganti lokasi berkumpul, misalnya di rumah sahabat. Anda tetap bisa seseruan, kok, namun dengan cara lebih sederhana.

10 Stop kebiasaan membuang sisa receh. Siapkan sebuah celengan atau toples di rumah untuk menampung sisa receh Anda setiap hari. (f)

Dian Probowati

http://www.femina.co.id/money/10-kiat-hemat-cermat-kaya-bagian-2-?t=preview

10 Kiat Hemat, Cermat, Kaya (Bagian 1)



Foto: Fotosearch

Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat keuangan. Berikut tip hemat dari Indra Hadiwidjaja, konsultan keuangan Rencanakeuangan.com.

1 Mulailah dengan membersihkan dompet Anda dari sisa-sisa struk pembayaran atau struk ATM yang tak terpakai lagi. Tujuannya agar Anda bisa lebih bersih melihat arus keuangan Anda.

2 Jika saat ini Anda hanya memiliki satu rekening tabungan, buatlah satu atau dua rekening lagi agar dana untuk menabung dan dana untuk pengeluaran tidak tercampur aduk.

3 Catat setiap pengeluaran dan pemasukan Anda untuk memonitor arus keuangan dan menjadi pengingat saat Anda akan mengeluarkan uang.

4 Buatlah pos dana setiap bulan. Cara sederhana masukan uang ke dalam amplop-amplop yang telah dikategorikan, misalnya dana makan, dana transportasi, dana hiburan sehingga pengeluaran Anda terarah. Anda pun tidak boleh membelanjakan lebih banyak dari yang telah Anda bujetkan.

5 Berinvestasilah! Saat ini sudah banyak produk investasi dengan dana rendah, minimal Rp 100 ribu. Gunakan sistem auto-debit agar investasi lebih konsisten.

6 Jika merasa sulit menabung, buatlah tabungan rencana yang tidak dapat tersentuh dengan sistem auto-debit dari rekening Anda. Ini akan memaksa Anda untuk menabung setiap bulannya.

7 Biasakan membawa uang tunai secukupnya. Besarannya diperkirakan cukup untuk kondisi darurat, tapi nggak terlalu beban jika dompet Anda hilang atau dicuri, misalnya Rp 200 ribu – 300 ribu per hari.

8 Idealnya, sih, kita cukup memiliki maksimal dua kartu kredit. Satu kartu utama yang digunakan untuk keperluan harian dan satu kartu cadangan. Simpan kartu cadangan di tempat yang aman, jadi nggak perlu dipakai keduanya.

9 Pasang pengingat pembayaran tagihan di kalendar ponsel. Misalnya, tanggal membayar tagihan kartu kredit, pajak kendaraan setahun sekali, pembayaran BPJS sebulan sekali. Ketika waktunya datang Anda akan mendahulukan prioritas tersebut.

10 Sebelum belanja bulanan buatlah daftar belanjaan yang ingin Anda beli dan perkirakan jumlah total harga. Bawalah uang pas agar Anda bisa mengurungkan niat membeli hal-hal lain di luar kebutuhan. (f)

http://www.femina.co.id/money/10-kiat-hemat-cermat-kaya-bagian-1-?t=preview

Bijak Menggunakan Gadget



Foto: Fotosearch

Memiliki langganan televisi kabel dan internet di rumah, lalu memakai 2 smartphone yang masing-masing memiliki paket data internet unlimited dan pulsa pra-bayar. Belum lagi, tablet dengan sim card yang diperlukan ketika pergi ke luar kota. Setelah beberapa bulan, Anda merasa ada yang salah. Bagaimana caranya menekan biaya pengeluaran ini tanpa merasa tersiksa?

Perencana Keuangan Ligwina Hananto mengajak untuk berpikir, apakah Anda sudah pantas menikmati gaya hidup seperti ini? Coba jujur, ya! Kalau  memang sudah pantas (alias mampu) harusnya Anda tidak perlu khawatir. Tapi karena Anda  merasa ini ada yang salah, berarti memang belum pantas menikmati hidup bergelimang gadget!

Coba biarkan angka yang bicara. Susun pengeluaran Anda setiap bulan dan lihat seperti apa efek dari gaya hidup seperti ini. Kalau memang masih bisa menabung, makan cukup dan bersenang-senang, ya, nggak masalah. Tapi kalau ternyata banyak gadget menyebabkan  tekor terus, ayo hadapi kenyataannya. Mana gadget yang mau dijual?  (f)

http://www.femina.co.id/money/bijak-menggunakan-gadget-

4 Langkah Sortir Isi Dompet untuk Berhemat



Foto: Fotosearch
 

Mengatur kembali isi dompet bisa membuat Anda berhemat, tuh. Caranya:

1. Sortir kartu kredit
Pengeluaran cenderung lebih banyak dilakukan dengan sistem kredit daripada tunai. Batasi hanya ada satu kartu kredit di dalam dompet.

2. Buang kartu anggota dari toko
Bisa menggoda kita untuk berbelanja mengingat kadang ada penawaran potongan-potongan harga. Kalau nggak dikontrol, Anda malah membeli brang-barang yang tidak dibutuhkan. Bawa kartu potongan harga tersebut saat diperlukan saja.

3. Bawa uang tunai bernilai tinggi
Sebuah penelitian dari University of Maryland, AS menyimpulkan bahwa orang lebih berpikir dua kali bila mau harus ‘memecahkan’ uang, menjadi uang-uang bernilai lebih kecil. Bahkan, dengan uang bernilai kecil pun bisa lebih hemat, sebab membayar tunai membuat Anda merasakan “pain of payment”.

4. Keluarkan semua bon tagihan
Kertas-kertas bon jangan disimpan dalam dompet. Simpan dalam tempat terpisah yang transparan. Melihat tumpukkan bon ini dapat mengingatkan Anda pada uang yang telah dihabiskan.(f)

Meiranie Nurtaeni

http://www.femina.co.id/money/4-langkah-sortir-isi-dompet-untuk-berhemat

Belajar Tangguh dari Olivia Pope, Si Modis yang Tegas di Serial Scanda



Foto: ABC Studios
 
Ramainya dunia pertelevisian Hollywood dengan kehadiran serial berlatar belakang drama politik memberikan napas segar. Wanita dalam karier politik tak lagi digambarkan sebagai pleaser, follower, atau sekadar ‘si cantik tak berotak’. Dari Olivia Pope, figur wanita yang ada dalam serial Scandal, kita bisa belajar banyak hal tentang kekuatan wanita. Konsultan dari Experd, Gloria Dewi C. Pangaribuan, membantu menganalisis bagaimana seharusnya kita bisa mengambil ilmu dari mereka untuk meningkatkan karier.

Perjalanan karier dari Direktur Komunikasi Kepresidenan Amerika Serikat menjadi pendiri firma penanggulangan krisis, membentuk Olivia Pope (Kerry Washington) menjadi sosok wanita yang tangguh. Dengan lihai ia bisa menyelesaikan berbagai macam masalah yang dihadapi para kliennya.

Menurut analisis Gloria, kekuatan tokoh Olivia ini adalah kepintaran dan kepandaiannya bernegosiasi. Latar belakang pengalamannya menjadi direktur komunikasi kepresidenan selama beberapa tahun  telah memperkaya wawasan dan keahliannya berdiplomasi menghadapi berbagai macam karakter manusia.

 Wawasan luas Olivia melahirkan karakter yang percaya diri, berani mengemukakan pendapat, dan pandai meyakinkan orang lain untuk mengikuti apa yang diinginkannya. “Alhasil, dengan wawasannya yang luas, ia bisa mengemas argumennya dengan kuat. Ia juga bisa menyampaikan poin-poin yang diinginkannya secara gamblang dan tegas,” jelas Gloria.

Sebuah adegan ketika OIivia harus membantu  kliennya dari tuduhan penculikan terhadap sang istri, ia bisa mengatasinya dengan cepat. Gaya bicaranya yang cepat tanpa jeda, atau biasa disebut 'staccato sentence', kepada pihak penyidik kasus tersebut membuat mereka tak memiliki kesempatan menyanggah pembicaraannya. Pihak lawan pun langsung bisa menangkap poin yang ia maksudkan.

Karakter yang kuat dan tegas untuk menghadapi klien memang sangat dibutuhkan. Seperti penuturan Gloria, agar bisa tampil setara dengan ‘lawan’, maka kita harus sama tangguhnya. “Tapi, juga harus diimbangi dengan pemikiran yang inovatif dalam menyelesaikan tugas-tugas dan relevan dengan  kondisi saat ini,” saran Gloria.

Bertarung di dunia politik tentu tak bisa berjuang sendiri. Dalam hal ini, Olivia pintar dalam menjalin hubungan dengan rekan timnya di firma Olivia Pope & Associate. Olivia memang sangat vokal dalam menyampaikan kritik kepada bawahannya. Namun, ia tetap menjunjung tinggi harga diri mereka dengan tidak mempermalukan mereka di depan umum. Karena itulah, meski Olivia sangat tegas dan lantang, sosoknya tidaklah dibenci, sebaliknya justru dihormati oleh  timnya dan keterbukaannya membuat hubungan yang terjalin dengan tim sangat kuat,” ujar Gloria.

Lebih dari itu, penampilan modis khas Olivia Pope menjadi magnet positif tersendiri dalam peningkatan kariernya. "Tentu lebih menyenangkan berinteraksi dengan seseorang yang menarik secara penampilan. Walau bukan poin utama,  ini bisa menjadi proses pendukung negosiasi, berdiplomasi atau lobbying dengan orang lain," jelas Gloria. (f)


Citra Narada Putri

http://www.femina.co.id/career/belajar-tangguh-dari-olivia-pope-si-modis-yang-tegas-di-serial-scandal

9 Cara Melontarkan Kritik Secara Profesional



Foto: Fotosearch
 
Kritik tak jarang bikin kuping dan hati panas. Tetapi, belajar menerima dan mengelola kritik membuat kita makin matang. Berikut sembilan cara melontarkan kritik secara profesional.

1/ Gunakan kata ’kita’, bukan ’saya dan Anda’.

2/ Pakailah bahasa yang positif dan memotivasi.

3/ Berikan kritik di forum yang resmi. Jangan melempar kritik di tempat yang tidak semestinya, apalagi di depan pihak yang tidak berkepentingan, misalnya di depan klien.

4/ Menggunakan teknik yang disebutsandwich’, yaitu positif-kritik-positif. Secara detail prosesnya adalah: memulai dengan memuji kelebihan atau kekuatan diri seseorang, memberikan kritik, kemudian ditutup dengan memberikan apresiasi dan dukungan positif.

5/ Mengkritik perilaku dan tindakan, bukan menyerang kepribadian, apalagi keadaan fisik seseorang.

6/ Setelah melempar kritik, kita perlu mendiskusikan kritik secara terbuka, mendengarkan latar belakang perilaku orang yang kita kritik. Mungkin ada alasan tertentu mengapa dia melakukannya.

7/ Timing harus tepat. Tidak terlalu lama dari kejadian yang akan dikritik, jangan menunggu sampai kegiatan penilaian rutin dan formal.

8/ Mendorong self critic, yaitu memotivasi agar orang yang bersangkutan sendiri yang memberikan kritik. Caranya, meminta pendapatnya. Misalnya, “Seandainya semua orang di tim bekerja secepat Anda, tentunya sasaran tim kita akan mudah tercapai. Tetapi, orang yang bekerja cepat terkadang punya kelemahan. Bagaimana menurut Anda?”

9/ Carilah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Akan lebih baik jika solusi itu diusulkan dari orang yang dikritik, bukan dari kita (self solution). (f)

http://www.femina.co.id/career/9-cara-melontarkan-kritik-secara-profesional

4 Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Asertif (Bukan Agresif) untuk Mendukung Karier



Foto: Fotosearch
 
Eliana (28) sering kali ragu mengungkapkan ide atau mengekspresikan pikirannya. ”Kalau ide saya salah, bagaimana?” atau ”Nanti saya dikira ambisius.” Begitu Sari berujar dalam hati. Ia pun tak berani menolak tugas, meski beban kerjanya sendiri menumpuk. ”Jangan-jangan nanti atasan marah dan menganggap saya pembangkang,” katanya, khawatir.
          
Ini antara lain ciri orang yang tidak asertif. Asertif tidak sama dengan agresif. Asertif berarti gigih memperjuangkan hak, atau bisa juga diartikan sebagai cakap menyampaikan pendapat atau keinginan Anda secara jujur dan jernih, tanpa menyinggung hati pihak lain. Sedangkan agresif identik dengan menghalalkan segala cara, mulai dari menyudutkan, menyalahkan, menuntut, menggosipkan, termasuk mengeluarkan kata-kata kasar hingga kekerasan fisik.

Banyak cara menjadi wanita asertif, seperti:

1/ Aktif dan jangan segan mengemukakan pendapat.
2/ Tak perlu merasa sungkan mengungkapkan keberatan atas suatu tugas baru jika Anda memiliki alasan yang tepat.
3/ Jika hak Anda terabaikan, suarakan hati Anda lewat atasan atau melalui HRD.  Jika mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat, ajukan dalam forum, seperti pada saat rapat. Hal ini juga untuk menghindari ide Anda dicuri rekan kerja, sekaligus Anda bisa menampilkan diri tanpa terlihat menjadi orang yang ingin mendominasi.
4/ Asah kepekaan pada situasi dan orang-orang di sekeliling Anda. Jangan ragu untuk mengambil inisiatif. (f)


Ficky Yusrini
http://www.femina.co.id/career/4-cara-menjadi-pribadi-yang-lebih-asertif-bukan-agresif-untuk-mendukung-karier-